Tampilkan postingan dengan label IQ. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IQ. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Desember 2010

Zhang Xinyang, 13 Tahun Mahasiswa Pascasarjana


بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

Beberapa hari yang lalu aku sakit lalu berobat ke seorang dokter. 
Dokter itu berkata,"Usianya berapa?"
"14 tahun (karena aku blm genap 15 tahun)."
Lalu aku minta surat keterangan dokter (jaga-jaga kalau besok masih sakit).
"Sekolah di mana?"
"SMAN 1 Yogyakarta."
"14 tahun sudah SMA?"
"Iya karena SMPnya ikut akselerasi."
"Dimana?"
"Di SMPN 5 Yogyakarta."
"Oo.."
Karena hal itu aku menulis artikel ini. Aku heran dengan orang Indonesia. Kenapa dengan anak berusia 14 tahun yang SMA saja heran padahal di China ada anak berusia 13 tahun yang sudah menjadi mahasiswa pascasarjana (S-2) dan Moshe Kai Cavalin seorang anak yang lulus kuliah di Los Angles pada usia 11 tahun (seperti artikel yang pernah aku tulis di blog ini). Mungkin itu karena Indonesia terlalu terikat dengan pendidikan formalnya yang bertele-tele dan membutuhkan waktu yang lama.
Berikut ini kisah Zhang Xinyang, anak dari China Tiongkok benar-benar fenomenal di dunia pendidikan. 
Dalam usia yang sangat belia pada 8 Juli 2008 dua tahun yang lalu, ia genap berusia 13 tahun (berarti sekarang 15 tahun, sama seperti aku) dan sudah terdaftar sebagai mahasiswa pascasarjana Universitas Teknologi Beijing  dengan jurusan matematika.
Zhang memang tertarik dan suka dengan disiplin ilmu matematika (aku juga sangat suka matematika :) ). Gelar S-1nya pun dia peroleh dari bidang matematika di Universitas Teknik Tianjin.
Perjalanan akademik Zhang memang membuat banyak orang terkesima. Masuk SD umur lima tahun, Zhang kecil hanya perlu dua tahun untuk menyelesaikannya. SMP dan SMA juga dijalani dengan waktu sekitar tiga tahun sedangkan untuk anak pada umumnya memerlukan waktu enam tahun untuk siswa biasa, untuk siswa yang ikut program akselerasi perlu waktu minimal empat tahun. Ketika teman-teman seusia Zhang masih asik bermain, pada usia 10 tahun dia justru terdaftar sebagai mahasiswa matematika di Universitas Teknik Tianjin.
Zhang memang benar-benar suka sekali matematika, demi mewujudkan mimpinya sebagai pakar matematika, dia benar-benar mengkonsentrasikan dirinya. Ia juga menyiapkan dengan sungguh-sungguh ujian masuk perguruan tinggi (NCEE) dari awal. Usahanya tidak sia-sia Zhang lulus ujian NCEE dengan skor 505, atau 47 poin di atas skor rata-rata (Jamal Makmur Asmani : Mencetak Anak Genius)
Zhang menyandang status mahasiswa di usia 10 tahun dan menumbangkan rekor mahasiswa termuda yang sebelumnya dipegang Feng Hao dari propinsi Hunan yang masuk Universitas Hunan pada tahun 2002 ketika usianya 12 tahun. (Di China banyak anak yang usianya sangat belia sudah menjadi mahasiswa tidak seperti di Indonesia yang rekor usia termuda masuk S-1nya 15-16 tahun.)
IQ Zhang sebenarnya hanya superior, dua tingkat di bawah genius (Genius IQnya >140, di bawah itu sangat super IQnya 120-140, di bawah itu super IQnya 110-120.) namun, Zhang dinilai memiliki tingkat logika yang tinggi dan pandai mengatur jadwal studinya, hal ini menurut dosen Zhang di Tianjin, Profesor Zhang Yuehui.
Kecintaannya  membaca buku, termasuk buku di luar studinya, membuat Zhang hanya butuh waktu tiga tahun dari jatah waktu empat tahun untuk menuntaskan skripsinya. Selama dia kuliah diantar oleh ayahnya meskipun demikian Zhang juga mulai belajar mandiri dengan menjadi tutor matematika paruh waktu.

Senin, 11 Oktober 2010

Anak-Anak Jenius di Dunia

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

Ini adalah kumpulan dari anak-anak jenius dari berbagai negara. Manusia-manusia berikut ini adalah satu dari seribu kelahiran:
Kim Ung-Yong: Manusia Ber-IQ Tertinggi di Dunia

Lahir pada tahun 1962, Anak dari Korea ini dinobatkan sebagai manusia jenius di seluruh dunia. Bayangkan Pada umur 4 tahun, dia sudah bisa membaca huruf Jepang, Korea, Jerman, Inggris. (Aku umur 4 tahun baru bisa bahasa Indonesia & bahasa Jawa.:P) Pada umur 5 tahun ia mampu memacahkan masalah pada soal kalkulus. (Umur segitu aku belum menemukan soal kalkulus, paling mentok soal sempoa) Ia mencatatkan dirinya pada Guinness Book of World Records dengan “Highest IQ” 210. (masih ingatkah dengan postingku dulu yang tentang IQ? Dia IQnya hampir sama dengan ....)

Gregory Smith: Mendapatkan Penghargaan Nobel Pada Usia 12

Lahir pada tahun 1990, Gregory Smith mencatatkan namanya pada nobel perdamaian berkat usahanya dalam mendirikan International Youth Advocates. Perkumpulan Orang muda seluruh dunia. Ia pernah bertemu langsung dengan Presiden Bush, dan juga Michael Gorbacev. (Umur 12 tahun aku baru masuk SMP. Untuk mendirikan organisasi sebesar itu, aku belum berani.)

Akrit Jaswal: Dokter Bedah usia 7 tahun

Julukan “anak terpandai di dunia” telah melekat pada Akrit Jaswal, seoarang anak dari India. Ia mengejutkan Publik, ketika pada umur 7 tahun melakukan pembedahan pada seorang gadis lokal di tempatnya. gadis itu menderita luka bakar di tangannya, hingga tangannya tidak dapat dibuka, dan jaswalpun melakukan pembedahan hingga jemari gadis itu bisa terbuka seperti sedia kala. Saat ini, ia tercatat sebagai dokter paling muda di dunia, ia diterima di Universitas pada usia 11 tahun. (Tahukah kamu kartun Little Kisna? Kata Ibuku, dia kayak Little Krisna. wkwkwk)

Saul Aaron Kripke : Mengajar Havard saat Masih Duduk di Bangku SMA

Lahir di New York dan tumbuh dewasa di Omaha di 1940. Jenius satu ini, saat kelas empat ia menguasai aljabar (aku juga sudah bisa), saat akhir SD ia sudah bisa geometri (aku juga sudah bisa), kalkulus (kalau kalkulus aku belum kenal, kenalan dulu ah. Hahaha..) dan filsafat. Saat SMU ia memperoleh surat dari Harvard agar melamar sebagai dosen (Subhanallah, saat SMA disuruh melamar jadi dosen, di Harvard pula.), namun ibunya menyuruhnya untuk menamatkan sekolahnya dahulu. Kripke dihadiahi Schock Prize, Nobel Filosofi. Sekarang, ia dinobatkan sebagai ahli filsafat terbesar dalam sejarah.

Michael Kevin Keaulus: Kuliah pada umur 10 tahun

Kaerny, lahir tahun 1984, ia menyelesaikan kuliah pada umur 10 tahun. (kalau di postingku sebelumnya menulis ada anak yang masuk kuliah umur 9 tahun, ini lebih ekstrim lagi. 10 tahun lulus kuliah. Aku butuh aksel berapa kali itu?) dan tercatat sebagai sarjana termuda. Ia mengajar universitas pada usia 17 tahun. (Belasan tahun sudah pada jadi dosen, bikin kepingin aja.) Namanya semakin mencuat kala dia memenangkan sebuah kuis online. Pada 2006, dia mencapai final di tanda burnett/aol perebutan Gold Rush, permainan menguji/teka-teki, dan menjadi pemenang pertama 1 juta di permainan kenyataan online.

Fabiano Luigi Caruana: Grandmaster pada usia 14 Tahun

Seorang anak berwarga negara America dan Italia ini sungguh jenius. Pada tahun 2007 ia memperoleh Grandmasternya, 11 bulan, 20 hari. (Belum genap satu tahun lho.) Sejarah telah mencatat namanya dalam Grandmaster termuda. Dan baru-baru ini pada bulan April 2009, ia memperoleh Elo rating 2649, dalam usianya yang dibawah 18 tahun, membuatnya sebagai pemeroleh ranking terbanyak, dan menakjubkan, hal itu dilakukannya sebelum usianya genap 18 tahun.

Willie Mosconi: Pemain Bilyard Professional pada usia 6 Tahun

Mendapat julukan “Tuan Pocket Billiards”. Dia berasal dari Philadelphia, Pennsylvania. Ayahnya seorang pemilik tempat Billyard, namun ayahnya tidak mengizinkannya main, ia sering berimprovisasi dengan gagang sapu milik ibunya. Ayahnya melihat bakat anaknya, ia sering mengalahkan orang-orang yang lebih tua darinya. Antara tahun 1941 dan 1957, dia memenagkan BCA World Championship selama 15 kali tanpa pernah kalah sekalipun. Ia membuat berbagai macam trik, membuat banyak rekor, dan membuat billyard menjadi olahraga yang terkenal.


Kalau membaca artikel di atas, aku merasa tidak ada apa-apanya.huhuhu
Tapi mereka hanya ahli pada bidang itu saja, kalau ilmu pengetahuan lainnya aku tidak yakin mereka bisa. Andai di Indonesia sistemnya seperti itu, (membiarkan anak untuk memilih bidang sesuai minat & bakat sejak kecil bukan sejak SMA) mungkin telah banyak ilmuan-ilmuan di Indonesia.

Sabtu, 16 Mei 2009

Tahukah kamu??

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

Tahukah kamu IQ Albert Einstein??
Aku akan memberi tahumu.

IQ Albert Einstein Physicist USA = 160
Beliau termasuk 100 orang jenius urutan ke-72.

Orang jenius yang ke-1 adalah Leonardo da Vinci Universal Genius asal Italia.
IQ Leonardo da Vinci 220.

Orang jenius yang ke-100 adalah Jean M. Auel Writer Canada yang IQnya 140.

IQ mereka melebihi orang-orang normal yang IQnya berkisar 90-100.
Ini ada tingkatan IQ menurut para ahli, yaitu:

Genius      >140
Sangat super   120 - 140
Super      110 - 120
Normal      90 - 100
Bodoh      80 - 90
Perbatasan      70 - 80
Moron (Dungu) 50 - 70
Imbecile       25 - 50
Idiot       0 - 25

IQ tinggi dapat memudahkan seseorang murid belajar dan memahami berbagai ilmu.